EN | ID PT Surya Biru Murni Acetylene, Tbk.

Berita

Berita Terbaru

11 Feb 2022

SBMA Menandatangani MoU Pembelian Plant Oxygen

ADP – PT Surya Biru Murni Acetylene, Tbk. (“SBMA”) telah suske...

25 Jan 2022

Direktur Utama SBMA Melakukan Kunjungan ke DPMPTSP Kalimantan Timur

SBMA NEWS – Ibu Rini Dwiyanti selaku Direktur Utama PT Surya Biru Murni Ac...

08 Sep 2021

Pencatatan Perdana Saham SBMA di Bursa Efek Indonesia

Balikpapan – Pada hari Rabu (08/09) PT Surya Biru Murni Aectylene, Tbk. (&...

19 Aug 2021

PT SBMA Mendapatakn Izin Pra Efektif untuk IPO di Tahun 2021

PT Surya Biru Murni Acetylene yang telah berdiri selama 40 tahun terus mengupayakan pengembangan ...

08 Jul 2021

SBM Peduli COVID-19 : CSR Oxygen Medical ke Rumah Sakit di Balikpapan

Meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia, tak terkecuali di Balikpapan, membuat Rumah Sakit dan p...

Pencatatan Perdana Saham SBMA di Bursa Efek Indonesia

08 Sep 2021

Balikpapan – Pada hari Rabu (08/09) PT Surya Biru Murni Aectylene, Tbk. (“SBMA”) telah resmi catatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “SBMA”. Produsen gas Oxygen yang berlokasi di Balikpapan ini, telah melakukan penawaran awal pada tanggal 02 September 2021 sampai 06 September 2021 dengan harga yang ditawarkan sebesar Rp 180,- hingga Rp 230,- per lembar saham. Jumlah lembar saham yang dilepas ke publik sebanyak 278.400.000 lembar atau mewakili 29,99%  dari total modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana. SBMA diharapkan dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 50.112.000.000,-.

SBMA juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 46.400.000 lembar yang diberikan kepada investor secara cuma-cuma sebagai insentif. Setiap pemegang 6 (enam) saham baru hasil Penawaran umum, investor berhak mendapat 1 (satu) Waran Seri I. Setiap 1 (satu) Waran Seri I, investor memungkinkan untuk mendapatkan satu saham perusahaan yang dikeluarkan dalam bentuk portepel.

Dana yang dihimpun dari Penawaran Umum ini, akan digunakan SBMA untuk mengembangkan bisnis dan menaikkan kapasitas produksi perusahaan. Sebanyak 49,01% akan digunakan untuk membeli lahan seluas 2,05 Ha, 37% digunakan untuk investasi pabrik dan alat-alat penunjang seperti storage tank dan tabung gas, dan 13.99% akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

Hingga Bulan Mei tahun 2021, SBMA telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp 32 Miliar (tidak diaudit) dan per semester I tahun 2021 telah mengalami peningkatan penjualan sebesar 10%  dibanding semester I tahun 2020. SBMA yakin dapat memenuhi target omset di akhir tahun 2021. SBMA memiliki jangkauan pasar yang sangat luas dari las pinggir jalan hingga perusahaan besar dan kilang. Sedangkan untuk sektor pasar terdiri dari pertrokimia, pertambangan, minyak dan gas alam, laboratorium, EPC, perkebunan termasuk Rumah Sakit. Selama pandemi COVID-19, SBMA melayani kebutuhan Oxygen Medis pemerintah dan masyarakat umum. Pengembangan pabrik diperlukan agar SBMA bisa melayani kebutuhan medis dan tetap bisa memenuhi permintaan di sektor Industri.

Yuk Nabung Saham “SBMA”!